Kapolres Aru, Kita Satu Keluarga, Jangan Ada Lagi Konflik

 


DOBO, NC NEWS.ID – Kapolres Kepulauan Aru AKBP Alberth Perwira Sihite mengajak masyarakat Desa Kalar-Kalar dan Desa Salarem menjadikan prosesi adat Urlima sebagai akhir dari seluruh konflik yang terjadi sejak April 2026. Menurutnya, perdamaian harus menjadi awal untuk membangun kembali persaudaraan di tengah masyarakat.

Kapolres mengatakan konflik yang berlangsung selama beberapa bulan telah menimbulkan keresahan serta memengaruhi stabilitas keamanan di Kabupaten Kepulauan Aru. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta menjaga komitmen perdamaian yang telah disepakati bersama.

Ia secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak lagi membawa maupun menyimpan senjata tajam, terutama panah yang selama ini digunakan dalam pertikaian. Menurutnya, kebiasaan tersebut harus dihentikan demi menciptakan rasa aman bagi seluruh warga.

AKBP Alberth Perwira Sihite menegaskan bahwa meskipun masyarakat menjunjung tinggi adat istiadat, seluruh warga tetap berada dalam koridor hukum negara. Membawa senjata tajam memiliki konsekuensi hukum sehingga harus dihindari.

Dalam prosesi adat, tokoh pemuda kedua desa menyerahkan panah sebagai simbol berakhirnya permusuhan. Panah tersebut kemudian diserahkan kepada Kapolres sebagai bentuk komitmen masyarakat meninggalkan kekerasan dan memilih penyelesaian secara damai.

Kapolres berharap seluruh warga saling mengasihi dan menghormati karena pada hakikatnya masyarakat Kepulauan Aru merupakan satu keluarga besar yang hidup dalam ikatan adat dan budaya yang sama.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga situasi keamanan agar aparat tidak perlu melakukan penegakan hukum terhadap warga sendiri. Menurutnya, keberhasilan perdamaian akan bergantung pada komitmen seluruh masyarakat dalam menjaga persatuan dan ketertiban.

Postingan Populer