Irfan Paca: Jangan Biarkan Opini Prematur Ganggu Perjuangan Tanimbar Mengamankan PI Masela


NANAKU CORRUPTION 

Tanimbar, NC NEWS, ID - Polemik mengenai Participating Interest (PI) 3 persen Blok Masela dinilai perlu disikapi secara hati-hati dan berbasis pemahaman yang utuh terhadap mekanisme industri migas. Politisi muda Tanimbar, Irfan Paca, mengingatkan bahwa hak PI merupakan peluang strategis jangka panjang bagi daerah yang tidak boleh dipersempit menjadi perdebatan emosional di ruang publik.

Menurut Irfan, banyak narasi yang berkembang saat ini justru menggiring masyarakat pada kesimpulan bahwa daerah tidak siap mengelola PI hanya karena persoalan internal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun keterbatasan modal awal. Padahal, dalam praktik industri migas, terdapat berbagai skema bisnis dan pembiayaan yang memang dirancang untuk membantu daerah penghasil memperoleh hak partisipasinya.

Ia menjelaskan bahwa skema seperti carried interest, strategic financing hingga kemitraan strategis merupakan mekanisme yang lazim digunakan dalam proyek migas berskala besar. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung beranggapan bahwa angka investasi bernilai ratusan juta dolar harus ditanggung sekaligus oleh pemerintah daerah.

“PI bukan sekadar soal uang besar lalu daerah dianggap tidak mampu. Ada mekanisme bisnis, regulasi, dan tahapan yang memang memberi ruang bagi daerah untuk berproses,” kata Irfan, Jumat (22/5/2026).

Ia juga menilai bahwa sebagian kritik yang berkembang di media sosial cenderung menyederhanakan persoalan dan berpotensi menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap institusi daerah. Padahal, kata dia, perjuangan memperoleh PI bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut posisi tawar politik dan kesiapan jangka panjang daerah dalam mengelola sumber daya strategis.

Dalam keterangannya, Irfan menegaskan bahwa hak PI tidak otomatis gugur hanya karena BUMD masih membutuhkan pembenahan tata kelola atau sedang menghadapi dinamika internal. Yang paling penting, menurutnya, adalah adanya komitmen serius dari pemerintah daerah dan DPRD untuk memperkuat kelembagaan serta memastikan pengelolaan dilakukan secara profesional dan transparan.

Ia menilai proses Final Investment Decision (FID) Blok Masela yang masih berjalan justru harus dimanfaatkan sebagai momentum memperbaiki seluruh aspek kesiapan daerah, mulai dari tata kelola perusahaan daerah, penguatan regulasi lokal, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Selain itu, Irfan menyebut pemerintah daerah sejauh ini tidak tinggal diam. Sejumlah langkah persiapan, termasuk pengembangan SDM sektor energi dan pembahasan strategi pengelolaan PI, terus dilakukan agar masyarakat Tanimbar tidak hanya menjadi penonton dalam proyek strategis nasional tersebut.

Menurutnya, publik perlu melihat PI sebagai investasi masa depan daerah, bukan sekadar isu politik jangka pendek. Sebab jika dikelola dengan baik, PI berpotensi menjadi sumber pendapatan yang mampu menopang pembangunan daerah dalam jangka panjang.

“Ini bukan kepentingan kelompok tertentu. PI Masela adalah hak masyarakat Kepulauan Tanimbar secara kolektif. Karena itu, semua pihak harus menjaga suasana diskusi tetap sehat dan produktif,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat tetap kritis terhadap seluruh proses pengelolaan PI, namun tidak terjebak dalam opini yang belum tentu memahami mekanisme industri migas secara menyeluruh. Menurut Irfan, pengawasan publik yang objektif dan kolaboratif jauh lebih penting untuk memastikan hak strategis daerah benar-benar dapat diamankan bagi generasi mendatang. (NC-01)

Postingan Populer