Konflik Sararem, Kalar-Kalar Berakhir Damai, Bupati Aru, Musyawarah Adat Menjadi Jalan Terbaik



DOBO, NC NEWS.ID – Perselisihan yang sempat memanas antara masyarakat adat Desa Sararem dan Desa Kalar-Kalar, Kabupaten Kepulauan Aru, akhirnya diselesaikan secara damai melalui musyawarah yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, aparat keamanan, dan para pemangku kepentingan.

Kesepakatan damai tersebut dicapai dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Kepulauan Aru, Kamis (2/7/2026). Proses penyelesaian mengedepankan dialog, nilai-nilai adat, serta semangat persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Aru.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memilih jalan damai dibandingkan memperpanjang konflik. Menurutnya, penyelesaian melalui mekanisme adat membuktikan bahwa masyarakat Aru memiliki kearifan lokal yang mampu menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan.

"Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Aru," ujar Kaidel.

Sebagai bentuk komitmen bersama, Kepala Desa Sararem Alexander Labok dan Kepala Desa Kalar-Kalar Charles Benamen menandatangani surat perjanjian damai di atas materai yang turut disaksikan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Polres Kepulauan Aru, dan unsur TNI.

Bupati berharap seluruh masyarakat menghormati hasil kesepakatan tersebut, tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah persaudaraan, serta bersama-sama menjaga keamanan agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali berjalan normal.

Postingan Populer