Anak-anak DIpaksa Belajar Pada Bangunan yang Sewaktu-waktu Bisa Roboh


NANAKU CORRUPTION 

PW Maluku Pemuda Muslimin Indonesia Panji Kilbuty, angkat bicara terkait kondisi memprihatinkan SD Negeri 10 Teluk Waru, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur, yang dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar.

Panji menegaskan, kerusakan bangunan sekolah tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur biasa, melainkan cerminan lemahnya perhatian pemerintah terhadap pendidikan di wilayah terpencil Maluku. Menurutnya, kondisi ruang kelas yang retak, atap lapuk, hingga penyangga kayu darurat yang dipasang di tengah ruangan menunjukkan adanya pembiaran yang sudah berlangsung lama.

“Kami sangat prihatin. Anak-anak dipaksa belajar di bangunan yang sewaktu-waktu bisa roboh. Ini bukan hanya soal fasilitas pendidikan, tetapi menyangkut keselamatan generasi bangsa,” tegas Panji Kilbuty dalam keterangannya kepada media, Minggu,17/05/2026.

Ia menyebut, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat tidak boleh menutup mata terhadap kondisi sekolah-sekolah di pelosok Seram Bagian Timur yang hingga kini masih jauh dari standar kelayakan pendidikan. Di tengah besarnya anggaran pendidikan nasional, PW Maluku Pemuda Muslimin Indonesia mempertanyakan mengapa masih ada sekolah dengan kondisi rusak berat yang belum tersentuh perbaikan.

Menurut Panji, fakta bahwa para guru dan siswa tetap bertahan belajar di tengah ancaman bangunan rusak menunjukkan besarnya semangat pendidikan masyarakat di daerah. Namun pengorbanan itu, kata dia, tidak boleh terus dijadikan alasan untuk membiarkan negara abai terhadap tanggung jawabnya.

“Kita sering mendengar slogan pemerataan pendidikan, tetapi kenyataan di lapangan berbeda. Anak-anak di Teluk Waru masih belajar di ruang kelas yang nyaris ambruk. Ini tamparan keras bagi dunia pendidikan kita,” ujarnya.

PW Maluku Pemuda Muslimin Indonesia mendesak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur, Pemerintah Provinsi Maluku, hingga Kementerian Pendidikan segera turun melakukan verifikasi lapangan dan mengalokasikan anggaran rehabilitasi total terhadap bangunan sekolah tersebut. Selain itu, PW Maluku Pemuda Muslimin Indonesia juga meminta adanya pengawasan serius agar pembangunan pendidikan di daerah terpencil tidak terus tertinggal.

Panji menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari pemerintah. Ia menilai, jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka yang dirusak bukan hanya gedung sekolah, tetapi juga masa depan anak-anak Maluku.

“Jangan tunggu ada korban jiwa baru pemerintah bergerak. Pendidikan adalah hak dasar rakyat dan negara wajib hadir melindungi masa depan anak-anak di daerah terpencil,” tutupnya. (NC01)

Postingan Populer