Timotius Kaidel Harap Penanganan Abrasi di Aru Jadi Prioritas Nasional
NANAKU CORRUPTION
Dobo, NC NEWS.ID - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, meminta pemerintah pusat menjadikan penanganan abrasi pantai di wilayah kepulauan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, terutama bagi daerah-daerah pesisir yang rentan terdampak perubahan iklim.
Permintaan itu disampaikan Kaidel dalam pertemuan bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum yang berlangsung di Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026), bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, serta sejumlah kepala daerah di Maluku.
Menurut Kaidel, abrasi pantai kini menjadi ancaman serius bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Kepulauan Aru. Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang tinggi dan cuaca ekstrim menyebabkan sejumlah kawasan pesisir mengalami pengikisan pantai yang cukup parah.
“Kondisi ini mulai mengancam permukiman warga dan fasilitas umum di beberapa desa pesisir. Karena itu kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah kabupaten belum mampu menangani seluruh persoalan abrasi secara maksimal. Padahal, sebagian besar masyarakat Aru hidup dan bermukim di wilayah pesisir yang sangat bergantung pada stabilitas lingkungan pantai.
Selain penanganan abrasi, Kaidel juga menyoroti kebutuhan pembangunan talut pengamanan pantai dan normalisasi sejumlah bantaran sungai yang mulai mengalami kerusakan akibat perubahan cuaca.
Menurutnya, daerah kepulauan seperti Kepulauan Aru membutuhkan pendekatan pembangunan yang berbeda karena kondisi geografis yang tersebar dan akses antarwilayah yang masih terbatas.
Dalam forum tersebut, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal SDA Kementerian PU menyatakan akan terus memperkuat dukungan pembangunan infrastruktur sumber daya air di Maluku secara bertahap, termasuk pengamanan kawasan pesisir dan pengembangan infrastruktur air bersih di daerah kepulauan.
Kaidel berharap hasil pertemuan tersebut tidak hanya berhenti pada pembahasan di tingkat pusat, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program nyata yang dapat dirasakan langsung masyarakat di daerah terluar seperti Kepulauan Aru.
Editor : NC








