Nanaku Maluku Wilayah II Soroti Kinerja BWS Maluku, Satker Matayane Wajib Bertangggung Jawab


MALUKU, NC NEWS.ID – Nanaku Maluku Wilayah II menyampaikan sorotan keras terhadap kinerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku terkait sejumlah proyek infrastruktur air yang dinilai belum memberikan kejelasan kepada publik.

Koordinator aksi, Agus, menegaskan bahwa pihaknya menemukan berbagai persoalan berdasarkan pemantauan lapangan dan informasi yang berkembang di masyarakat. Sorotan utama tertuju pada proyek embung di wilayah Maluku Barat Daya serta proyek jaringan pipa air di Amahai–Masohi, Maluku Tengah.

Di Maluku Barat Daya, sejumlah pekerjaan embung disebut belum memenuhi harapan dari sisi kualitas maupun ketahanan bangunan. Bahkan, ditemukan indikasi kerusakan fisik lebih awal dari yang seharusnya, sehingga memunculkan pertanyaan publik terkait mutu pekerjaan dan pengawasan teknis.

Sementara itu, di Maluku Tengah, proyek jaringan pipa air dari Amahai menuju Masohi dinilai belum selesai sesuai harapan masyarakat. Padahal, proyek tersebut memiliki peran vital dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, sehingga keterlambatan maupun kendala yang terjadi perlu dijelaskan secara transparan dan akuntabel.

“Ini adalah bentuk kontrol publik agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat. Infrastruktur air merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga kualitas dan ketepatan pelaksanaan tidak boleh diabaikan,” tegas Agus.

Nanaku Maluku Wilayah II juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak terkait, antara lain meminta klarifikasi resmi dari BWS Maluku, pelaksanaan evaluasi dan audit teknis independen, peningkatan pengawasan oleh satuan kerja, serta penjelasan terbuka dari pelaksana proyek terkait progres dan kualitas pekerjaan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, mereka mendesak agar segera dilakukan perbaikan sesuai ketentuan.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal persoalan ini, Nanaku Maluku Wilayah II menyatakan akan menggelar aksi penyampaian aspirasi secara terbuka setelah perayaan Idul Fitri.

Aksi tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung, mendorong transparansi, serta memastikan proyek-proyek yang dikerjakan benar-benar berjalan sesuai harapan rakyat.

Nanaku Maluku Wilayah II berharap sebelum aksi digelar, sudah ada langkah nyata dan penjelasan resmi dari pihak terkait agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

“Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan. Jangan abaikan suara masyarakat,” tutupnya.

NANAKU CORRUPTION NEWS