Bupati Timotius Kaidel Dorong Digitalisasi Desa Lewat Launching 57 Website di Aru
DOBO, NC NEWS ID - Upaya mendorong transformasi digital di tingkat desa kembali ditegaskan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru. Hal ini terlihat dari kehadiran langsung Bupati Timotius Kaidel dalam kegiatan launching 57 website desa yang digelar di Gospel Cafe Resto, Sabtu (25/4) pukul 14.30 WIT. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membuka akses informasi desa secara luas dan transparan.
Acara yang diinisiasi oleh Tim Aru Muda ini tidak hanya sekadar peluncuran website, tetapi juga mencakup pelatihan operator serta penyerahan website desa secara simbolis kepada perwakilan desa. Kehadiran para camat, kepala desa, dan operator desa menunjukkan komitmen kolektif dalam mendorong kemajuan desa berbasis teknologi.
Ketua panitia, Roy Rengrengulu, dalam laporannya menegaskan bahwa digitalisasi desa merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ia menyampaikan bahwa desa kini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal keterbukaan informasi publik dan pelayanan masyarakat yang lebih efektif.
Roy juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah. Menurutnya, tanpa sinergi yang kuat, upaya digitalisasi desa tidak akan berjalan maksimal dan hanya akan menjadi program seremonial semata.
Dalam sambutannya, Bupati Timotius Kaidel memberikan penegasan tegas terkait kewajiban desa untuk memiliki website. Ia menyatakan bahwa desa yang belum menyelesaikan pembangunan website akan dikenakan sanksi berupa penahanan anggaran desa, sebagai bentuk dorongan agar percepatan digitalisasi bisa berjalan merata.
Bupati menjelaskan bahwa keberadaan website desa akan mempermudah monitoring terhadap 117 desa di wilayah Kepulauan Aru yang secara geografis tersebar dan sulit dijangkau. Dengan teknologi, pengawasan dan akses informasi dapat dilakukan hanya melalui perangkat telepon genggam.
Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya integrasi data desa ke dalam satu sistem terpadu. Data seperti kependudukan, kemiskinan, stunting, hingga penerima bantuan harus tersinkronisasi agar kebijakan pemerintah dapat lebih tepat sasaran.
Kegiatan ini ditutup dengan pelatihan teknis bagi operator desa, sebagai langkah konkret agar website yang telah diluncurkan dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Aru dalam mewujudkan desa yang transparan, modern, dan mendunia.
Editor: NC-01









