Bupati Aru Soroti Bersih Pantai, Karunia Alam Harus Dijaga Bersama
Melalui surat resmi tertanggal 12 Februari 2026, Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menginstruksikan seluruh unsur Forkopimda, pimpinan OPD, TNI/Polri, BUMN/BUMD, camat, lurah hingga RT/RW untuk terlibat langsung dalam aksi bersih pantai.
Di lokasi kegiatan, tampak aparat dan masyarakat memungut sampah plastik serta limbah rumah tangga yang menumpuk di pesisir. Sampah-sampah tersebut dikumpulkan ke dalam karung dan kardus untuk kemudian diangkut. Pemandangan itu menjadi gambaran nyata bahwa persoalan kebersihan pantai masih menjadi tantangan bersama.
Bupati menegaskan, sebagai daerah kepulauan, Aru memiliki kekayaan laut dan pesisir yang merupakan anugerah Tuhan dan harus dijaga secara kolektif.
“Pantai dan laut adalah karunia yang harus kita syukuri dan jaga bersama. Kalau kita biarkan kotor, berarti kita tidak menghargai anugerah itu,” ujarnya.
Menurutnya, pesisir yang bersih bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut kelestarian ekosistem laut, kesehatan masyarakat, dan masa depan ekonomi daerah. Sampah yang mencemari pantai dapat berdampak pada biota laut serta mengganggu aktivitas nelayan.
“Sebagai daerah kepulauan, laut adalah sumber kehidupan. Menjaga kebersihan pantai berarti menjaga masa depan anak cucu kita,” tegasnya lagi.
Bupati berharap gerakan bersih pantai tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama merawat lingkungan pesisir.
Karena bagi Aru, pantai bukan sekadar bentang alam. Ia adalah identitas, sumber hidup, dan karunia yang harus dijaga dengan kesadaran bersama.
Editor : Nanaku Corruption News










