Dana KUR Hantu di BRI Ambon: Puluhan Nasabah Jadi Korban Kredit Fiktif dan Pencucian Uang



NC NEWS Maluku -  Skandal perbankan kembali mengguncang Maluku. Puluhan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon mengaku terjebak dalam jeratan kredit fiktif bertopeng Kredit Usaha Rakyat (KUR). Alih-alih menerima manfaat pinjaman, sekitar 50 orang warga kini terbebani cicilan bulanan atas dana yang tak pernah mereka nikmati.

Dana yang dicairkan hanya “mampir” sebentar di rekening nasabah sekitar lima menit sebelum raib tanpa jejak.

 Fenomena ini memunculkan istilah “Dana KUR Hantu”, karena uang seakan hadir sesaat lalu menghilang, meninggalkan utang yang mencekik.

Oknum ER dan Kepala Pengkreditan Diduga Bermain

Sejumlah korban menyebut nama ER, Cal, REZ, Vin pegawai BRI Ambon, bersama seorang sebagai aktor yang memainkan skema licik ini. Lebih parah, dugaan keterlibatan Kepala Bagian Pengkreditan BRI Ambon juga mencuat, sehingga kasus ini dinilai bukan sekadar ulah individu, melainkan permainan terstruktur di dalam institusi.

“Dana pinjaman tidak pernah kami terima. Begitu masuk, langsung hilang. Sekarang kami dipaksa membayar utang hantu,” ungkap salah seorang korban.

Skema ini mengindikasikan praktik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Uang dicairkan melalui prosedur resmi perbankan, namun segera dialihkan untuk mengaburkan jejak transaksi. Modus ini sekaligus melanggar UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, khususnya Pasal 49 dan 50A, yang mengancam pelaku dengan hukuman penjara hingga 15 tahun dan denda Rp200 miliar.

Jika terbukti, para oknum juga bisa dijerat UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dengan ancaman pidana berat bagi setiap pihak yang menyamarkan asal-usul dana hasil kejahatan

Gelombang desakan kini diarahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PPATK, dan aparat penegak hukum agar segera membentuk tim investigasi independen. 

Publik menuntut transparansi penuh, sebab kasus ini bukan hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga merusak reputasi BRI sebagai bank milik rakyat.

Skandal “Dana KUR Hantu” di Ambon ini menjadi ujian besar: apakah BRI berani membersihkan diri dari oknum internal, atau justru membiarkan praktik kejahatan perbankan terus bersembunyi di balik nama besar BUMN.


Editor : TIM NANAKU CORRUPTION NEWS