Apresiasi Kinerja DPRD SBT PKB Rudi Wajo, PLN Watubela Namalomin Siap 24 Jam Akhir 2025

 

NC NEWS MALUKU - Masalah listrik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Provinsi Maluku, khususnya di Kecamatan Kesui Watubela, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Pulau Watubela, menjadi perhatian penuh pemerintah daerah. Potensi sumber daya perikanan yang besar di Maluku seharusnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, namun keterbatasan akses listrik menjadi hambatan bagi masyarakat nelayan.

Penasehat Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa (FKPPM) Kepulauan Watubela, Latu Keliangin, mengungkapkan bahwa mayoritas warga Watubela menggantungkan hidup sebagai nelayan, yang sering kesulitan menyimpan hasil tangkapan ikan. Selain itu, Pulau Watubela juga memiliki posisi strategis karena laut Watubela sendiri merupakan perairan yang terletak di antara Laut Banda yang kemudian terhubung langsung dengan Laut Arafura melalui Perairan kepulauan. Ujarnya kepad awak media Minggu, (05/10/2025) di kota Ambon

Menurut Keliangin, mayoritas warga Watubela menggantungkan hidup sebagai nelayan, namun mereka sering mengalami kesulitan menyimpan hasil tangkapan ikan karena keterbatasan akses listrik. Saat ini, listrik di Pulau Watubela hanya menyala 6-12 jam per hari, menyebabkan ikan menjadi busuk dan ekonomi masyarakat tidak berputar. Imbuhnya 

Keliangin menambahkan bahwa kini ada kabar gembira setelah pertemuan antara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten SBT, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rudi Wajo, dan rombongan Fraksi menemui secara langsung General Manager PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku Utara (MMU), Noer Soeratmoko. PLN berjanji bahwa listrik di Watubela dan Namalomin akan diusahakan menyala 24 jam pada bulan Desember 2025 mendatang. Ungkapnya 

"Selaku anak Watubela dan juga Penasehat FKPPM Kepulauan Watubela, saya sangat mengapresiasi kinerja Ketua Fraksi PKB Rudi Wajo dan teman-teman Komisi terkait perjuangan yang tulus untuk masyarakat Watubela dan Namalomin, agar PLN pada dua daerah tersebut dapat dinikmati 24 jam seperti daerah-daerah lain," tutupnya.

Editor : Nanaku Corruption News