Listrik 24 Jam Di Watubela, Bukti Nyata DPRD PKB Rudi Wajo

        

               Oleh: Latu Keliangin  

NC NEWS MALUKU - Listrik bukan hanya soal terang atau gelap. Di daerah 3T seperti Pulau Watubela, listrik adalah penentu hidup matinya ekonomi masyarakat, khususnya nelayan. Selama ini, keterbatasan listrik yang hanya menyala 6 sampai 12 jam membuat hasil tangkapan ikan sering terbuang sia-sia. Akibatnya, jerih payah nelayan hilang begitu saja, sementara roda ekonomi berjalan tersendat.

Sebagai anak daerah, saya melihat persoalan ini sudah terlalu lama dibiarkan. Padahal, Watubela memiliki potensi perikanan yang luar biasa, yang seharusnya menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Maluku. Namun, potensi itu tidak akan pernah maksimal tanpa infrastruktur dasar seperti listrik yang layak.

Karena itu, saya memberikan apresiasi penuh kepada Fraksi PKB DPRD SBT, khususnya Ketua Fraksi Rudi Wajo dan rekan-rekan Komisi, yang tidak hanya sekadar berjanji, tetapi benar-benar memperjuangkan kebutuhan paling mendasar masyarakat Watubela dan Namalomin. Hasil pertemuan mereka dengan pimpinan wilayah PLN Maluku-Maluku Utara membuahkan kabar gembira: Desember 2025, listrik di Watubela dan Namalomin akan beroperasi 24 jam penuh.

Bagi sebagian orang di kota besar, listrik 24 jam mungkin hal biasa. Tetapi bagi kami masyarakat pesisir dan pulau kecil, ini adalah sebuah kemewahan yang telah lama ditunggu. Dengan listrik 24 jam, nelayan bisa menyimpan hasil tangkapan lebih lama, kualitas ikan terjaga, harga jual meningkat, dan tentu saja ekonomi lokal akan berputar lebih cepat.

Keputusan PLN menyalakan listrik penuh bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan politik yang objektif dan menyentuh. DPRD PKB telah membuktikan diri mampu menghadirkan solusi, bukan sekadar retorika. Inilah contoh kerja nyata wakil rakyat yang berpihak pada masyarakat.

Saya berharap langkah ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih serius memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah 3T. Jangan lagi Watubela dan pulau-pulau kecil lainnya hanya jadi catatan pinggir pembangunan. Listrik, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan harus dipandang sebagai hak yang sama, bukan sekadar janji politik lima tahunan.

Kini, masyarakat Watubela menunggu bukti realisasi akhir tahun. Jika listrik benar-benar menyala 24 jam, maka sejarah baru akan tercatat: Watubela tidak lagi terbelakang dalam gelap, tetapi mulai menyalakan cahaya untuk masa depan yang lebih sejahtera.

Penulis adalah Penasehat Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa (FKPPM) Kepulauan Watubela 

Editor : Nanaku Corruption News