Tangkapan Udara Ungkap Aktivitas LTC Wayame, SIKAT Maluku: DLH Harus Bertanggung Jawab!


                                         NC NEWS Maluku | Sejumlah Gambar udara yang diperoleh menunjukkan aktivitas kapal di kawasan Lingkar Terminal Container (LTC) Wayame, Ambon. Tampak jelas lalu lintas kapal dan aktivitas bongkar muat di area perairan yang terkoneksi langsung dengan Teluk Ambon.

Serikat Anak Nelayan (SIKAT) Maluku menyebut, dokumentasi visual ini memperkuat dugaan adanya potensi pencemaran dari aktivitas di kawasan tersebut. “Dari udara terlihat bagaimana kapal-kapal beroperasi sangat dekat dengan area pembuangan limbah. Ini bukan isu sembarangan, laut bisa jadi korban,” tegas Rudi Rumagia, Sekjen SIKAT Maluku.

SIKAT menilai, tanggung jawab sepenuhnya ada pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku (DLH). Lembaga ini dituding lamban, tertutup, dan gagal menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran di LTC Wayame. “DLH tidak boleh berdiam diri sementara laut berubah menjadi tempat pembuangan,” ujar Rudi.

Hasil investigasi lapangan menunjukkan adanya indikasi aliran limbah cair yang bermuara ke laut. Warga pesisir sekitar LTC mengaku sudah sering melihat perubahan warna air dan bau menyengat. “Air parit dari kawasan pelabuhan masuk ke teluk, dan itu kami alami langsung saat melaut,” ungkap seorang nelayan setempat.

Bagi SIKAT, dokumentasi udara ini menjadi bukti awal bahwa aktivitas di LTC Wayame tidak bisa dilepaskan dari pengawasan. Mereka menegaskan, jika DLH tetap pasif, maka pemerintah daerah patut diduga melakukan pembiaran yang sistematis.

“Nelayan tidak butuh janji. Kami butuh laut bersih. Jika DLH tak sanggup bekerja, gubernur harus segera mencopot kepala dinasnya. Kalau tidak, kami akan gelar aksi besar-besaran,” tutup Rudi.

Editot : Nanaku Corruption News