Oknum Pegawai BRI Ambon Diduga Terlibat Kredit Macet, Modus meminta kasus tidak dinaikan ke media
NC News Maluku |Persoalan dugaan kredit macet di BRI Ambon kian menyeruak setelah manajemen BRI Ambon melalui Pj. Arnold menegaskan sikap tegas: tidak ada toleransi terhadap fraud dan setiap pelanggaran akan diproses sesuai hukum dan aturan internal perbankan.
Namun di balik pernyataan resmi itu, muncul perilaku mencurigakan dari salah satu oknum pegawai BRI Ambon bernama Reza, yang justru terlihat panik dan gelisah dengan pemberitaan media.
Berdasarkan laporan sumber nasabah kepada redaksi, Reza secara aktif meminta agar kasus dugaan kredit macet yang menyeret namanya tidak diangkat ke publik. Upaya meminta media agar bungkam lewat nasabah ini justru semakin memperkuat dugaan adanya keterlibatan dirinya dalam praktik menyimpang yang kini menjadi sorotan.
“Dia (Reza) takut sekali kalau kasus ini naik berita. Bahkan meminta agar jangan diberitakan, seolah-olah ada sesuatu yang disembunyikan,” ungkap sumber yang merupakan nasabah BRI Ambon.
Modus Tutupi Jejak Dugaan Kredit Macet
Sikap Reza yang berusaha menekan pemberitaan bukan sekadar ekspresi ketakutan pribadi. Dalam praktik investigasi perbankan, modifikasi opini publik dan pengaburan informasi media sering dijadikan modus untuk menutupi keterlibatan oknum dalam kasus fraud perbankan.
Dalam kasus ini, gelagat Reza mengindikasikan adanya kepanikan internal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Alih-alih menunjukkan sikap transparan sebagaimana ditegaskan manajemen, justru Reza diduga memilih jalan menutup-nutupi dengan cara menekan kanal pemberitaan.
Kontradiksi dengan Komitmen Manajemen
Pernyataan Pj. Arnold yang menegaskan BRI tidak akan memberi ruang bagi pelanggaran prosedur, sejatinya berbanding terbalik dengan sikap oknum pegawai di lapangan. Kontradiksi ini menimbulkan pertanyaan besar
Apakah manajemen BRI Ambon benar-benar bersih dari praktik perlindungan terhadap oknum?
Mengapa pegawai seperti Reza bisa begitu percaya diri menekan media agar tidak mengangkat kasusnya? Adakah pihak internal lain yang ikut melindungi dugaan fraud tersebut?
Desakan Publik
Masyarakat dan nasabah kini menunggu konsistensi sikap BRI Ambon dalam menangani persoalan ini. Transparansi dan keberanian menindak tegas oknum internal menjadi ujian nyata bagi kredibilitas institusi perbankan yang selama ini menuntut kepercayaan penuh dari publik.
Jika tidak ditangani serius, kasus ini berpotensi meruntuhkan reputasi BRI di Maluku, serta memperkuat pandangan bahwa fraud di tubuh perbankan justru dipelihara oleh oknum di dalamnya.
Editor : Nanaku Corupption News










