Mencoreng Marwah Rakyat: Dugaan Pesta Miras Ketua DPRD Ambon Jadi Ujian Kredibilitas BK dan Fraksi PDI-P Berjanji Perjuangkan Aspirasi
NC News Maluku | Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Garda NKRI di Kantor DPRD Kota Ambon pada Senin, 6 Oktober 2025, menjadi sorotan tajam terhadap integritas para wakil rakyat. Massa datang menuntut pertanggungjawaban etika dari Ketua DPRD, Mourits Tamaela, yang diduga menggelar pesta minuman keras (miras) di rumah dinasnya pada Juli 2025 lalu.
Insiden ini dinilai mencoreng marwah lembaga legislatif dan mencederai kepercayaan publik yang selama ini diamanatkan kepada para anggota dewan. Dalam orasinya, Mujahidin Buano dari Garda NKRI mendesak Badan Kehormatan (BK) untuk bertindak tegas.
“Sebagai penyambung aspirasi rakyat, DPRD harus profesional. Kami mendesak DPRD Kota Ambon untuk menegakkan integritas dan memberikan sanksi etis terberat kepada Mourits Tamaela,” tegas Mujahidin.
Ia juga menekankan bahwa BK harus bekerja secara independen dalam memproses dugaan kasus yang melibatkan politisi Partai Nasdem ini.
Tuntutan kritis ini mendapat respons langsung dari seorang anggota DPRD Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan. Anggota dewan tersebut berjanji akan menerima aspirasi ini dan berjuang untuk memprosesnya secara adil.
“Kami akan perjuangkan aspirasi ini tanpa memandang bulu,” ujarnya di hadapan massa, memberikan harapan bahwa kasus ini tidak akan ditutup-tutupi.
Dugaan pelanggaran etika ini kini menjadi ujian kredibilitas bagi seluruh institusi DPRD Kota Ambon. Masyarakat menunggu langkah nyata dari Badan Kehormatan untuk memproses kasus ini secara transparan dan tanpa pandang bulu. Kegagalan dalam menegakkan sanksi yang adil akan semakin menjatuhkan citra lembaga legislatif di mata publik.
Editor : Nanaku Corruption News










