SBT Membutuhkan Pemimpin yang Terbuka dan Berani Melakukan Koreksi Diri



Oleh Amidan Rumbouw

NC NEWS MALUKU -  Seram Bagian Timur (SBT) adalah tanah yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Potensi besar ini seharusnya menjadi fondasi kuat bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan. Namun, di balik potensi itu, SBT masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari infrastruktur yang belum merata hingga tata kelola ekonomi yang belum tertata dengan baik. Inilah saatnya untuk melakukan perubahan nyata, bukan sekadar retorika pembangunan yang berhenti di atas kertas.

Pembangunan fisik seperti gedung-gedung pemerintahan, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi harus menjadi prioritas. Daerah ini butuh simbol kemajuan yang dapat memacu semangat masyarakat untuk berinovasi dan bekerja keras. Namun, pembangunan fisik saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan partisipatif.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai lembaga pengawasan juga memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal setiap kebijakan eksekutif. Mereka tidak boleh menjadi lembaga yang hanya formalitas, melainkan harus menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah. Ada beberapa anggota DPRD dari fraksi yang berbeda, seperti  Aziz Yenlua dari Fraksi PDI Perjuangan,  Fathur Kwairumaratu,  Idrus Wakano dari Fraksi PPP, dan Abdul Gurium dari Fraksi PKS, yang alhamdulillah fungsi kontrol masih tetap hidup dan membara di setiap rapat paripurna.

DPRD harus hidup, bukan mati karena kompromi politik atau kepentingan sesaat. Jika DPRD dan Pemda mampu bekerja sinergis, maka arah pembangunan SBT akan bergerak ke jalur yang benar. Selain itu, penting untuk membangun tata kelola ekonomi yang sehat dan berkeadilan. SBT memiliki kekayaan alam melimpah, mulai dari laut, hutan, hingga pertanian. Namun, sayangnya, potensi itu belum dikelola secara optimal.

Masih banyak hasil alam yang dijual mentah tanpa nilai tambah, sementara masyarakat di sekitar sumber daya itu tetap hidup dalam keterbatasan. Pemerintah harus hadir untuk memastikan bahwa hasil bumi SBT benar-benar memberi manfaat bagi rakyat SBT. Salah satu langkah strategis yang bisa dilakukan adalah memperkuat ekonomi lokal. Dorong tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai sektor, berikan pelatihan dan akses modal, serta ciptakan pasar yang stabil.

Pemerintah daerah juga perlu membangun jaringan kerja sama dengan daerah lain maupun sektor swasta agar potensi ekonomi SBT dapat berkembang lebih luas. Jangan biarkan masyarakat hanya menjadi penonton di atas kekayaan yang mereka miliki sendiri. Dalam konteks sumber daya manusia, investasi terbesar yang bisa dilakukan adalah pendidikan dan pelatihan. SDM SBT memiliki semangat dan kecerdasan yang luar biasa, tetapi masih terbatas pada akses dan kesempatan.

Pemerintah perlu menciptakan program peningkatan kapasitas anak muda agar mereka dapat menjadi pelaku utama dalam pembangunan, bukan hanya penonton atau korban kebijakan. Selain SDM, pembangunan infrastruktur juga harus diarahkan untuk membuka isolasi wilayah. Masih banyak daerah di SBT yang sulit dijangkau karena keterbatasan akses transportasi dan jaringan komunikasi. Tanpa konektivitas yang baik, sulit bagi daerah untuk berkembang secara ekonomi maupun sosial.

Dalam menjalankan seluruh agenda pembangunan ini, yang paling penting adalah semangat keterbukaan dan saling menghargai. Setiap kebijakan sekecil apapun harus dibangun atas dasar dialog dan musyawarah. Pemerintah, DPRD, dan masyarakat harus berjalan beriringan. Sebab, pembangunan yang sejati bukan hanya tentang membangun fisik, tapi juga membangun kepercayaan dan rasa memiliki terhadap negeri sendiri.

Kritik terhadap pemerintah bukan berarti kebencian, tetapi tanda cinta pada tanah air. Pemerintah yang bijak adalah pemerintah yang mau mendengar, bukan yang menutup telinga. Sebab, SBT butuh pemimpin yang terbuka terhadap masukan dan berani melakukan koreksi diri ketika ada yang salah.

Untuk itu, marilah semua elemen di SBT, pemerintah, DPRD, pemuda, akademisi, dan masyarakat bersatu dalam semangat perubahan. Hentikan perdebatan yang tidak produktif dan mulai bekerja dengan visi yang jelas. SBT tidak boleh terus berjalan di tempat. Sudah saatnya SBT berdiri tegak, menjadi daerah yang maju, berkembang, dan mandiri. Karena sejatinya, masa depan SBT ada di tangan kita semua.

Editor : Nanaku Corruption News